Pablo Software Solutions
home   architecture   intro  architecture price   architecturearticles   architecture news   architecture gallery   interior   intro interior   interior price   interior articles   interior news   interior gallery   about us   company profile   why us   order procedure   faqs   contact us   english   send articles   articles   directory    category   link exchange    sitemap 
Pada edisi lalu sudah dibahas tentang energi-energi alternatif yang bisa digunakan pada rumah tinggal untuk mengurangi konsumsi listrik dari PLN. Salah satunya, pembangkit listrik tenaga matahari. Pada artikel kali ini akan membahas lebih jauh tentang pembangkit listrik tenaga surya tersebut.

Dengan surya alias matahari sebagai sumbernya, PLTS tidak akan mengalami masalah dengan ketersediaan bahan baku sebagaimana listrik PLN yang masih bergantung pada Bahan Bakar Minyak (BBM). Bahkan pada saat mendung sekalipun, PLTS masih bisa menyimpan energi listrik walaupun kurang maksimal. PLTS juga ramah lingkungan karena tidak menghasilkan buangan yang berbahaya.

Modul Surya sebagai komponen utama.
Sebuah PLTS  biasanya berupa satu paket komponen yang terdiri dari modul panel surya, baterai atau accu, inverter, controller regulator, kabel dan MCB. Dari semua komponen tersebut, panel surya merupakan komponen utama yang harus ada. Panel surya berfungsi mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik yang akan disimpan dalam baterai atau accu. Panel surya yang paling kecil adalah tipe 10 WP (Watt Peak). Ini berarti panel itu mampu menghasilkan daya sebesar 10 watt setiap satu jam. Ukuran yang lebih besar antara lain 20 WP, 40 WP, 50 WP, 55 WP, 80 WP hingga 100 WP. Untuk menghitung kebutuhan panel surya yang dibutuhkan sebuah rumah cukup mudah. Kita tinggal mengalikan ukuran panel surya dengan angka 5. Hal ini sudah diperhitungkan bila keadaan langit tidak cerah. Misalnya, untuk menyalakan 3 buah lampu di sebuah rumah selama beberapa jam membutuhkan 250 watt. Berarti rumah tersebut bisa menggunakan modul tipe 50 WP.

Contoh lainnya, sebuah rumah besar yang menggunakan sejumlah komputer dalam beberapa jam menghabiskan daya sektiar 6.000 watt. Maka rumah tersebut bisa menggunakan 12 buah panel surya ukuran 100 WP.  "Saat ini PLTS banyak dipakai pada listrik skala kecil karena nilai ekonominya yang tinggi bila digunakan untuk skala besar. Hal ini dikarenakan modul surya masih harus diimpor dari luar negeri. Padahal modul surya merupakan komponen yang memakan 70 persen biaya sebuah PLTS," papar Bagus Setiawan dari CV. Aneka Surya.

Komponen Pendukung.
Komponen yang tidak kalah penting dari sebuah PLTS, baterai tempat menyimpan listrik. Accu atau baterai yang digunakan tipe semi kering yang bebas perawatan. Kita tidak  perlu mengisi air accu secara berkala seperti accu pada kendaraan bermotor. Ukuran accu yang digunakan 12 V DC. Pilih accu dengan arus yang sesuai dengan beban yang akan ditanggung. Controller regulator digunakan untuk mengontrol arus dari modul ke baterai dan dari baterai ke beban seperti lampu, televisi dan lain-lainnya. Bila kita menginginkan arus listrik AC 220 volt seperti dari PLN, kita membutuhkan inverter. Inverter ini mengubah arus searah DC 120 volt menjadi arus dua arah AC 220 volt.

Sebuah paket PLTS untuk kebutuhan listrik skala menengah dengan daya 500 watt/AC 220 volt dapat menghasilkan listrik 220 volt yang sama dengan PLN. Dengan spesifikasi PLTS seperti ini, kita bisa menggunakan empat buah lampu PLS TL 40 watt, televisi 21 inchi, parabola dan kebutuhan lainnya sampai 500 watt. Spesifikasi seperti ini bisa digunakan pada lampu penerangan PLS rata-rata 12 jam bila baterai penuh. Dalam kurun waktu 4 tahun biaya PLTS turun  sekitar 1 juta rupiah. Saya yakin  biaya ini akan semakin berkurang seiring perkembangan teknologi di masa depan. Apalagi bila ktia tidak perlu mengimpor komponennya. ***

-------------------------------------------------------------
source: Bintang Home -  Adon.
<< Back to  Main Page


Pembangkit Lisrik Tenaga Surya Untuk Rumah Tinggal