Cek Kerusakan.
Hal yang paling mendasar dengan mengecek kondisi gipsum dengan seksama. Seberapa parah kerusakan gipsum yang terendam air. Jika luasan kerusakan cukup besar atau lebih dari setengah dinding, ada baiknya mengganti keseluruhan papan gipsum. Begitu jgua kondisi rangkanya, masih layak dipakai atau tidak. Rangka berbahan logam tentunya akan bertahan lebih baik ketimbang rangka kayu. "Pengecekan dapat dilakukan dengan mudah, karena resiko rusaknya gipsum yang terendam lebih tinggi," ujar Mappalara Simatupang, Communication Executive Jayaboard.
Memotong Gipsum
Apabila luasan kerusakan telah diketahui, potong gipsum yang rusak dengan menggunakan gergaji tangan dan cutter. Pastikan papan yang tersisa benar-benar kering, termasuk instalasi listrik dan telepon di dalamnya. Perhatikan juga bercak-bercak air yang kadang-kadang ada pada permukaan kertas gipsum agar gipsum yang rusak tidak terlewatkan. "Bercak-bercak air yang kadang-kadang ada pada kertas gipsum harus dicek dengan teliti. Bercak itu berpotensi merusak papan gipsum," jelas Mappa.
Setelah proses pengecekan dan pemotongan gipsum selesai, proses berikutnya pada pengecekan rangka. Pastikan rangka kering, karena air yang tersisa dapat merusak gipsum. "Pada rangka metal biasanya air bersembunyi di bagian bawah rangka. Bersihkan area tersebut dengan lap kering. Rangka kayu membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menjadi kering," kata Mappa.
Pemasangan Gipsum
Tahap berikutnya, pemasangan papan gipsum. Aplikasinya bisa horizontal atau vertikal, tergantung kondisi di lapangan. Jika masih terdapat papan lama yang tersisa di bagian atas dinding, sebaiknya papan dipasang secara horizontal. Lakukan penyekrupan sesuai panduan garis sekrup yang ada pada permukaan papan gipsum. Setelah papan terpasang dengan sempurna, lakukan pengomponan minimal 2 lapis dengan menggunakan paper tape dan UB-10 atau UB-20. Biarkan kompon mengering, kurang lebih 24 jam, baru kemudian lakukan pengamplasan. Dinding gipsum siap untuk dicat kembali sesuai warna yang Anda inginkan.
Tips:
1. Pastikan ketebalan gipsum yang baru sama dengan gipsum yang diperbaiki.
2. Kemungkinan besar terjadi perbedaan warna antara papan yang lama dengan yang baru. Untuk itu bisa disiasati dengan penggunaan wall paper dan memasang beading (list flat) di sepanjang pertemuan papan lama dan baru.
--------------------------------------------------
source: ian / Sumber Jayaboard (Bintang Home)
<< kembali ke artikel berikutnya
Memperbaiki Kerusakan Dinding Gypsum Akibat Banjir
Banjir yang melanda Jabodetabek dan beberapa daerah di Indonesia di tahun ini, tentu masih meninggalkan berbagai persoalan. Rumah yang terendam banjir menjadi rusak, berbau, dan perlu diperbaiki di sana-sini. Apalagi jika bahan yang digunakan tidak tahan terhadap air. Misalnya penggunaan papan gipsum untuk dinding rumah. Permasalahan tersebut bisa diatasi dengan memperbaikinya segera. Dinding gipsum yang terendam air bisa diperbaiki dengan mudah dan cepat. Hanya saja perlu ketelitian dalam melihat kondisi gipsum, apakah rusak parah atau tidak.